
Merek produk turunan kelapa terkemuka, KARA, kembali membuktikan taringnya dengan memborong dua penghargaan bergengsi dalam ajang Top Brand Award 2026. Seremoni penyerahan penghargaan ini berlangsung mewah di InterContinental Jimbaran, Bali, Kamis (5/2/2026). Dalam ajang tersebut, KARA menyabet predikat Top Brand 100 2026 untuk kategori Santan Siap Pakai dengan raihan Top Brand Index (TBI) yang sangat dominan, yakni 86,80 persen. Selain itu, produk Nata de Coco KARA juga berhasil mempertahankan gelar Top Brand 2026, yang menegaskan kepercayaan tinggi konsumen terhadap kualitas produk mereka.
Penghargaan untuk kategori santan diterima langsung oleh Head of General Trade PT Kara Santan Pertama, Juwadi, dari tangan CEO Frontier, Handi Irawan D. Sementara itu, penghargaan kategori Nata de Coco diterima oleh Head of Modern Trade PT Kara Santan Pertama, Sorta Simanjuntak. Sales and Marketing Director PT Kara Santan Pertama, Andiyanto Lie, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah validasi atas konsistensi perusahaan dalam menjaga mutu di tengah persaingan pasar yang dinamis. “Penghargaan ini menjadi legitimasi pasar yang semakin menguat bagi KARA. Kami memaknainya sebagai validasi atas konsistensi kami dalam menjaga kualitas, memperluas distribusi, serta menghadirkan inovasi yang relevan bagi konsumen Indonesia,” ujar Andiyanto.
Lebih lanjut, Andiyanto menjelaskan bahwa kesuksesan ini sejalan dengan kampanye #KARAborasi Lintas Generasi. Melalui semangat tersebut, KARA ingin merangkul Gen Z, milenial, hingga pelaku UMKM untuk terus melestarikan warisan kuliner berbasis kelapa. “Selama bertahun-tahun, KARA telah menjadi sahabat setia di dapur para ibu Indonesia. Kini kami mengajak generasi masa kini untuk melanjutkan estafet warisan rasa yang dibangun atas cinta dan kebersamaan,” tambahnya.
KARA sendiri merupakan bagian dari Sambu Group, pelopor industri kelapa yang didirikan sejak 1967 oleh Tay Juhana. Dengan basis produksi di Indragiri Hilir, Provinsi Riau, perusahaan ini berkomitmen memberdayakan petani lokal. Tercatat, 90 persen bahan baku kelapa KARA berasal dari petani Indonesia, di mana setiap pembelian produknya turut berkontribusi pada kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat di sekitar industri.





