PT PULAU SAMBU didirikan sebagai suatu perusahaan pada tahun 1967, namun nilai warisannya dimulai dari semangat perintis Tn. Tay Juhana. Pendiri kelahiran negara Singapura ini berkelana ke Kuala Tungkal di Provinsi Jambi di Indonesia, dan menanamkan semangat dan jiwanya untuk membangun pondasi yang bersifat inovatif dan inklusif secara sosial. Dia lalu memilih untuk mengadopsi kewarganegaraan Indonesia dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk bisnis dan masyarakat.

Tn. Tay Juhana menyesuaikan dirinya dengan sifat dinamika bisnis dan sosial yang saling terkait satu sama lain. Dia membayangkan suatu perusahaan yang bersifat holistik dalam segala aspek dan berusaha untuk membangun perusahaan yang bermanfaat bagi petani, mitra bisnis, pelanggan, dan alam itu sendiri secara bersama. Visi dan strategi yang ditetapkan oleh Tn. Tay Juhana untuk masa depan selalu, bahkan sejak dari awal pendirian perusahaan ini, mengeluarkannya dari tren bisnis utama dan membawanya masuk ke wilayah asing yang penuh dengan peluang.

Yang terpenting, dia memiliki ambisi mulia untuk menghadirkan keberlanjutan hidup dan masa depan kepada komunitas masyarakat secara keseluruhan. Hasrat terdalam dirinya adalah untuk menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi, yang membantu membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Selama enam dekade, Tn. Tay Juhana mewujudkan visinya menjadi kenyataan. Semangat perintisnya mengarahkan seluruh industri kelapa ke tempat yang lebih tinggi dan mengembangkan sistem yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya. Model bisnis baru dikembangkan, dari perdagangan kopra menjadi penggilingan kopra, yang pada saat itu belum pernah dilakukan sebelumnya di wilayah tersebut. Beliau merevolusi keseluruhan proses yang ada, menghadirkan upaya inovatifnya ke berbagai pelosok dunia. Di bawah naungan inovasinya yang terus-menerus, SAMBU GROUP tak henti-hentinya berusaha untuk memperluas jangkauannya dalam menciptakan hasil yang berguna bagi masyarakat.

Upayanya segera berakar dan tumbuh berkembang menjadi SAMBU GROUP seperti yang kita kenal sekarang ini. Hingga hari ini, SAMBU GROUP memperingati dan meneruskan visi dan strateginya, mendorong perusahaan untuk berjalan menyusuri jalan yang belum pernah dilalui sebelumnya untuk mencari peluang yang lebih baik.

PT PULAU SAMBU (KUALA ENOK) didirikan pada tahun 1967 sebagai pabrik pengolahan minyak kelapa pertama SAMBU GROUP. Pabrik tersebut menghasilkan minyak kelapa mentah, minyak kelapa yang dikelantang dan diolah, serta pengekstrak kopra untuk pasar ekspor. Semua produk pada akhirnya dikembangkan dan disertifikasi sesuai dengan standar internasional.

Pabrik PT PULAU SAMBU (GUNTUNG) didirikan pada tahun 1983 untuk menghasilkan produk yang berteknologi tinggi, seperti santan/krim kelapa, bubuk krim santan kelapa, kelapa parut kering, air kelapa, dan arang tempurung kelapa.

Diproduksi dengan menggunakan teknologi Ultra-High Temperature (UHT), krim santan kelapa dalam kemasan dipasarkan dengan merek Kara. Pada waktu itu, krim santan kelapa dalam kemasan merupakan hal yang baru, dan KARA menjadi kebanggaan SAMBU GROUP sebagai jenis produk yang baru di dunia. Bahkan hingga hari ini, Kara menjadi satu-satunya merek yang dipasarkan baik secara nasional maupun internasional (pasar Asia, Oseania, Amerika Utara, Eropa).

Dua puluh enam tahun kemudian, didorong oleh semangat inovasi tanpa henti, Tn. Tay Juhana mendirikan pabrik pengolahan ketiga dan perkebunan kelapa. PT RIAU SAKTI UNITED PLANTATIONS didirikan pada tahun 1993. Dengan penambahan jumlah pabrik pengolahan, SAMBU GROUP mampu meningkatkan volume produksinya untuk memenuhi permintaan produk berbasis kelapa dari pasar global yang semakin meningkat.

Pada tahun 1995, pabrik produksi nanas didirikan di PT RIAU SAKTI UNITED PLANTATIONS untuk memproduksi nanas kalengan dan konsentrat jus nanas pada tahun 1999. Ekspansi tersebut memungkinkan SAMBU GROUP memproduksi dan menghadirkan santan kalengan.

Pada tahun 2016, PULAU SAMBU SINGAPORE PTE LTD didirikan sebagai cabang pemasaran, untuk memperluas jangkauan pasarnya ke seluruh dunia. Ekspansi ini dilakukan dengan harapan untuk bisa memberikan kontribusi lebih lanjut bagi pengembangan petani kelapa dan masyarakat sekitar.

Tidak seperti tanaman hasil Organisme Termodifikasi Secara Genetika (GMO – Genetically Modified Organism), budidaya kelapa di perkebunan bersifat alami dan tidak dimodifikasi secara artifisial. Setiap kelapa memiliki bentuk dan ukuran yang unik, dan variasi ini membuat operator manusia menjadi satu-satunya entitas yang bisa memproses kelapa tersebut. Intensitas tenaga kerja yang diperlukan untuk mengolah kelapa menjadikan SAMBU GROUP bisa terintegrasi secara sosial dengan masyarakat di sekitarnya.

Upaya tak kenal lelah dari Tn. Tay Juhana untuk terus berinovasi, membuat SAMBU GROUP menjadi produsen produk kelapa terbesar dan paling terintegrasi di seluruh dunia. Konsep integrasi dengan masyarakat merupakan filosofi inti Tn. Tay Juhana, yang pada akhirnya menjadi inti keyakinan perusahaan, dan inilah nilai yang menjadi fondasi SAMBU GROUP, yang menjadikannya sukses seperti hari ini.