Sambu  Group  berhasil mendapatkan  sertifikat Authorized  Economic Operator (AEO)atau Operator Ekonomi Bersertifikat  bersama perusahaan lainnya. Melalui  sertifikat AEO mempermudah Sambu Group  dalam  melakukan usaha ekspor  dan  impor  bagi  perdagangan globalnya.

Penyerahan sertifikat AEO diberikan langsung oleh  Direktur Teknis  Kepabeanan R.  Fadjar  Donny  di Kantor  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu,18 Desember 2019.Dalam acara tersebut sebanyak 20 perusahaan mendapatkan apresiasi berupa  sertifikasi AEO oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai  (DJBC) berkat  kinerjanya yang  baik.

Sertifikasi AEO diberikan kepada  Sambu Group, diwakili   oleh  Manager  Pengelolaan Kepabean Sambu Group  Sofyan dari  PT Pulau  Sambu di Guntung  dan Corporate Communications  Manager Sambu Group Dwianto Arif  mewakili PT Riau Sakti  United Plantations. . Melalui  sertifikat  ini jug a dilakukan monitoring  dan evaluasi agar memiliki  kualitas hasil yang  sangat  tinggi. Hal ini terkait  dengan terpenuhinya keseluruhan standar keamanan rantai  pasokinternasional (SAFEFoS).

Keunggulan dari  program AEO Indonesia adalah  memberi  kepastian keamanan rantai pasok  barang, memperkecil  angka  dwelling time  dan  menurunkan  logistics cost. Selain itu, dengan adanya sertifikat AEOjug a berkontribusi  bagi  penerimaan negara  & pertumbuhan  ekspor  dan  berpengaruh terhadap Small  Medium Enterprise (UKM) serta  berkontribusi  pada  manajemen risiko.

Menurut  Direktur Teknis  Kepabeanan R,  Fadjar Donny dengan adanya AEO, perusahaan penerima sertifikat merupakan perusahaan yang mendapat nilai terbaik dari Bea dan Cukai. Adanya sertifikat AEO, Sambu Group melalui merek KARA dapat menjadi bagian dari International trade untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebelumnya, Sambu  Groupjuga  telah mendapat kepercayaan sebagai Kawasan Berikat  (KB) Mandiri  melalui  dua perusahaannya, PT Pulau  Sambu  di Guntung dan  PT Riau Sakti  United  Plantations. Keduanya menjadi perusahaan pionir  yang memeroleh fasilitas KB Mandiri  di remote area  Indonesia yang  diterbitkan  oleh  Bea dan Cukai Tembilahan.

Kepala Kantor  Bea dan Cukai Tembilahan Anton   Martinjuga   mengungkapkan  bahwa hal ini merupakan reward  yang  diberikan terhadap  kinerja  baik dari  PT Pulau  Sambu di Guntung dan  PT Riau Sakti  United Plantations karena telah  memenuhi  kriteria yang  diwajibkan. Salah satu  kriteria  yang telah  dipenuhi  Sambu Group yaitu tersedianya CCTVdan IT Inventory yang terkontrol  serta  dapat  dilakukan monitoring dengan baik.

Layanan kepabeanan ini dapat  diakses 24 jam  dengan pengawasan berbasis teknologi sehingga tidak  perlu  lagi untuk  datang   ke petugas Bea dan Cukai di lokasi. Fasilitas ini juga  merupakan  momentum   pertumbuhan ekonomi terutama  di luar Pulau Jawa.