PT Pulau Sambu kembali mendapatkan kepercayaan sebagai perusahaan yang memberikan bea masuk terbesar Apresiasi diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau di Aula Kantor DJBC Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Kamis, 23 Januari 2020.

Kantor  Wilayah  Direktorat Jenderal   Bea dan Cukai  (DJBC) Riau  memberikan  penghargaan kepada enam  perusahaan yang berada di Provinsi  Riau.   Penghargaan ini terbagi   menjadi masing-masing  kategori pemberi bea masuk  terbesar dan  bea keluar terbesar. Penghargaan diserahkan langsung oleh  Kepala Kanwil  Direktorat   Jenderal Bea dan Cukai  Riau  Ronny  Rosfyandi di Kantor DJBC Riau di Pekanbaru.

Kontribusi  PT Pulau  Sambu yang merupakan  bagian  dari Sambu  Group  sebagai perusahaan pemberi bea masuk  terbesar diperoleh bersama dengan dua perusahaan  lainnya, yaitu  PT lndah  Kiat Pulp and  Paper  (IKPP)  dan  PT Asia Pasifik  Raya  (APRIL).  PT Pulau  Sambu  menjadi satu-satunya perusahaan pengolahan kelapa yang  berhasil  meraih  penghargaan di kategori ini,  sementara dua  lainnya bergerak dalam   usaha  produksi   kertas.

Sementara itu,  tiga  perusahaan kategori pemberi bea keluar  antara  lain PTJatim Propertindo Jaya, PT Biomass  Fuel Indonesia,  dan  PT Energi   Unggul   Persada. Penghargaanjuga  diberikan   kepada Polres Pelalawan   Riau atas kerja  kerja samanya yang  baik dengan pihak  DJBC Riau selama 2019lalu.

Penghargaan yang  diterima  PT Pulau Sambu diwakili   oleh Manager  Pengelolaan Kepabean Sambu Group  Sofyan. Penghargaan ini diharapkan semakin memicu seluruh   perusahaan,   khususnya   PT Pulau  Sambu, untuk   lebih   dapat berkontribusi  pada  negara lewat  usaha pengolahan kelapa  terpadunya.

Sebelumnya,  Desember 2019Sambu Group juga  memperoleh  sertifikasi Authorized Economic  Operator (AEO)  atau  Operator Ekonomi Bersertifikat   dari  Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai   (DJBC).  Adanya sertifikat AEO mempermudah  usaha  ekspor dan  impor   bagi  perdagangan   global. Selain itu, melalui AEO Sambu Group juga berkontribusi bagi penerimaan Negara pertumbuhan ekspor & manajemen risiko.